Anak Muslim Gaul
Berfikir Kreatif :D
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Pengusaha Yang Sukses Berbisnis Camilan Di Kelas Atas

12.30

Assalamualaikum Wr Wb.

Selanjutnya artikel bisnis yang kedua, langsung aja cekidot.....

Tak hanya hadir di pasar-pasar tradisional, sekarang ini bisnis aneka camilan mulai merambah pusat perbelanjaan di kalangan masyarakat kelas atas. Hendra Gunawan, merupakan salah satu pemain bisnis camilan yang membidik konsumen kelas atas untuk mengembangkan roda usahanya.

Mengawali bisnisnya sejak tahun 1979 silam, cikal bakal bisnis Hendra diawali dari usaha sang ayah yakni Suhaili Gunawan yang saat itu menjual kerupuk Bangka di lantai basement Plaza Hayam Wuruk. Dari bisnis kerupuk yang diberi nama Rotary Snack tersebut, kini Hendra bisa sukses membangun lebih dari 7 gerai bisnis camilan di mall-mall besar yang ada di seputaran kota Jakarta.

Jika dulunya bisnis keluarga yang dibangun sang ayah hanya menjajakan kerupuk Bangka dengan konsep yang sederhana, sekarang ini Hendra mulai mengusung konsep bisnis yang baru untuk membidik pangsa pasar yang lebih luas. Melihat perkembangan bisnis camilan keluarganya mengalami perkembangan yang cukup pesat, Hendra mulai menawarkan sesuatu yang berbeda dengan melengkapi aneka macam camilan dari berbagai daerah di Nusantara.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin modern, Hendra sengaja mengubah nama Rotary Snack menjadi Snack Zone yang mengusung konsep bisnis lebih menarik. Dengan jargon utamanya “Your One Stop Snack Outlet”, Hendra mulai memperluas pangsa pasarnya yang dulunya hanya di dominasi oleh ibu-ibu, sekarang ini Ia mulai membidik anak muda yang pada dasarnya juga menyukai aneka macam makanan ringan.

Sampai hari ini, perkembangan Snack Zone sendiri terbilang sangat signifikan. Lelaki alumni S-1 Manajemen Keuangan lulusan Ukrida, Jakarta, serta S-2 Akunting dan Finansial dari University of Technology Sydney, Australia ini menggurita ke beberapa pusat perbelanjaan yang ada di ibu kota negara (Jakarta). Sebut saja seperti gerai Snack Zone di Plaza Indonesia, Mega Mall Pluit, Mall Kelapa Gading, Plaza Semanggi, Senayan City, food court Bank Indonesia, serta menitipkan beberapa jenis barang dagangannya di Giant
supermarket.

Keunikan Snack Zone

Meskipun sekarang ini pelaku bisnis camilan sudah mewabah di berbagai daerah, namun Hendra cukup pintar untuk melakukan diferensiasi sehingga tidak heran bila konsep Snack Zone yang diusung Hendra tersebut cukup menyita perhatian konsumen kelas atas. Beberapa diferensiasi yang dilakukan Hendra antara lain menyediakan ragam camilan yang sangat bervariasi, yaitu lebih dari 500 jenis camilan seperti misalnya kerupuk ikan, rempeyek kacang, keripik pisang, keripik singkong, abon sapi, aneka kue kering, manisan, permen, dan lain sebagainya.

Bahkan tak hanya itu saja pelayanan yang ditawarkan Hendra untuk memanjakan para konsumennya, Ia juga sengaja menggandeng para produsen camilan di berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan konsumen kelas atas yang menginginkan ragam camilan khas daerah tertentu. Contohnya saja seperti kacang sangrai Manado, kue lapis mandarin dari Solo, bagelen, intip gula, manisan pala, lanting, serta aneka makanan ringan khas nusantara yang dikemas secara eksklusif di setiap gerai Snack Zone.

Keunikan inilah yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga tidak perlu diragukan lagi bila Hendra mematok target penjualan yang cukup tinggi untuk setiap gerai camilan yang Ia miliki. Luas setiap gerai Snack Zone kurang lebih 30-60 m2, dan setiap m2 dari tokonya ditargetkan bisa menghasilkan omzet sekitar Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta per bulan dengan profit sekitar 30%-40% dari omzet. Tentunya angka tersebut terbilang cukup menggiurkan untuk sebuah gerai bisnis camilan.

Kejeliannya dalam membidik target pasar, kini mengantarkan lelaki kelahiran 1980 ini menjadi salah satu pengusaha yang sukses berbisnis camilan di kelas atas. Semoga informasi kisah sukses pengusaha ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk segera terjun di dunia usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Sumber: bisnisukm.com/pengusaha-yang-sukses-berbisnis-camilan-di-kelas-atas.html

Untuk Download Artikel Klik Gambar
Read On 0 komentar

Kisah Sukses Amalia Nafitri Memproduksi Sosis Sehat

12.22
Assalmualaikum Wr Wb.

Kali ini saya akan share tentang bisnis nih sob... Yaitu sebuah kisah seorang pengusaha yang inspiratif.. langsung ja ya :D


Sosis Bulaf


Terjun di bisnis makanan memang menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Peluang inilah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Amalia Nafitri Hasanuddin yang tertarik memproduksi aneka jenis makanan beku (frozen food) yang dijamin bebas bahan pengawet dan pewarna buatan.

Keprihatinannya melihat beragam jenis makanan cepat saji yang diproduksi dengan tambahan bahan pengawet, pewarna, dan kimia berbahaya lainnya, mendorong Amalia Nafitri yang akrab dipanggil Lia ini untuk memproduksi menu makanan sehat yang aman dikonsumsi anak-anak. Dengan penuh ketekunan, ibu empat anak ini mencoba berbagai resep makanan sehat yang dikreasikan menjadi produk nugget dan juga sosis. Siapa sangka bila produk tersebut sangat disukai buah hatinya, sehingga Ia semakin yakin bila peluang bisnis makanan olahan terutama produk sosis sehat ini masih sangat terbuka lebar.

Mengawali bisnisnya pada tahun 2009 silam, sebenarnya Lia tidak memiliki keahlian khusus dalam hal masak-memasak. Pengalamannya sebagai mantan komisaris di sebuah perusahaan sosis, sedikit banyak memberikan pengetahuan tentang seluk beluk bisnis sosis. Modal inilah yang kemudian digunakan wanita kelahiran Balikpapan, 14 November 1964 ini untuk mendirikan pabrik sosis di bawah bendera PT. Sumber Pangan Jaya yang terletak di kawasan industri Jababeka.

Bersama ke-4 rekan bisnisnya, Lia membangun bisnis sosis sehat ini dengan modal awal sebesar Rp 1 miliar. Modal tersebut mereka gunakan untuk membeli mesin produksi, belanja bahan baku, dan sewa tempat seluas 400 m2. Mengingat produk sosis sehat bukan produk olahan yang bisa diproduksi dengan skala rumahan, Lia sengaja membangun sebuah pabrik untuk menjaga kualitas sosis yang dihasilkan. Dari modal 1 miliar tersebut, awalnya Lia baru bisa memproduksi sosis sebanyak 5 ton per bulan, dan ketika memasuki tahun kedua aset perusahaan mulai melonjak hingga enam kali lipat sehingga kapasitas produksinya juga bisa digenjot hingga 30 ton per bulan.

Mengusung “Sosis Bulaf” sebagai brand produknya, Lia yang sempat menempuh bangku pendidikan di Fakultas Ekonomi, Universitas Trisakti ini meramu sosis Bulaf dengan bahan berkualitas tanpa menggunakan monosodium glutamat, pengawet, pewarna, tanpa campuran tepung, dan menggunakan pembungkus sosis berupa kolagen yang bagus untuk kesehatan kulit dan tidak perlu dikupas ketika mengkonsumsinya.




Dibandrol dengan harga Rp 27.500-30.000 per kemasan, Bulaf sengaja dipasarkan Lia di pasar-pasar modern untuk membidik konsumen premium (kelas atas). Melihat respon pasar yang cukup bagus, Lia mulai menciptakan varian rasa baru hingga mencapai 20 macam produk. Seperti misalnya sosis sapi, sosis ayam, sosis kambing, sosis rasa keju, sosis brokoli, wortel, jagung, sosis original, serta produk pendukung lainnya seperti bisalnya nugget, bakso, burger, dan lain sebagainya.

Dengan menggandeng lebih dari 600 agen yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, sekarang ini Amalia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 3 miliar setiap bulannya dan mampu memasarkan lebih dari 30 ton daging olahan ke berbagai penjuru daerah. Meskipun kesuksesan telah berada di genggaman Lia, namun mantan karyawan Bank Niaga ini tidak lantas puas dengan keberhasilannya selama ini. Tahun 2013 ini pengusaha sukses tersebut berencana meluncurkan brand produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen menengah ke bawah dan mencoba ekspansi ke Australia untuk memperluas jangkauan pasarnya.

Semoga kisah sukses Amalia Nafitri memproduksi sosis sehat ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk segera terjun di dunia usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Sumber: bisnisukm.com/kisah-sukses-amalia-nafitri-memproduksi-sosis-sehat.html

Untuk Download Artikel Klik Gambar
Read On 0 komentar

Social Media Blog

Facebook  Twitter 
smadav antivirus indonesia

IP ADDRESS

AMG Blog. Diberdayakan oleh Blogger.


Arsip Blog

Traffic Blog